Kamis, 04 Maret 2021

TAK SEARAH ~

                Terlalu pengecut jika harus kembali bercerita. Semua memang begitu berliku tapi tak tahu dimana kelokannya. Maaf...aku terlalu tidak bisa bercerita, ada perasaan takut tidak sesuai porsinya yang ku kecap. Sehingga melibatkanmu dan menyeretmu ke dasar yang paling membingungkan.
Aku terlalu naif untuk mengatakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Ada sejumput ragu-ragu dan ketakutan dari yang lalu yang masih saja bergelantungan. Aku menuntut terlalu banyak tanpa memberikan alur yang jelas. Aku masih selalu terbayang bahwa kelak kamu pun akan teramini sesuai pikiran liar. 
Aku hendak berbagi lukanya, tapi aku ragu kamu bisa paham sakitnya. Keberanianku hanya sampai diwacana saja tidak sampai keluar dalam perbincangan. Aku selalu berharap kamu jadi pemulihan, sangat berharap kadang.

Tapi bagaimana mungkin kamu bisa memulihkan jika lukanya saja tidak berani ku bagikan. Kau bukan cenayang, tentu hanya aku yang terlalu menuntut dengan tidak jelas. Aku tidak menyuruh pergi, tidak untuk sesenti pun.

Maaf jika kesannya seperti menyuruh pergi. Aku terlalu banyak menyusahkan dan kamu terlalu banyak mengusahakan. Maret memang selalu jadi bulan paling mengecewakan bagiku, padahal aku hadir diantara tanggal yang menaunginya. Sialnya aku selalu ingin berbagi tapi tersedak diketakutan.
Jangan bingung apalagi muak , kamu bebas menentukan. Aku tidak akan menyusahkan kamu (lagi).

Terimakasih ya...
Kamu terlalu banyak pusing dan mengalah, kamu terlalu banyak bertanya-tanya, kamu terlalu banyak meredam kesalmu. Sulit sekali bukan?
Kini mari sama-sama berdiri, entah akan searah atau berbeda.




Suatu hari nanti akan ada waktu dimana kamu akan merasa tidak perlu membalas pesanku dikala waktu senggangmu. Kamu terlalu muluk dengan basa-basi yang ku berikan setiap hari.
Kamu akan merasa muak dan terusik kala ku ceritakan semua keluh kesahku yang ku kira kamu tempatnya. Padahal aku hanya ingin berbagi, ku kira kamu tempatnya, ternyata lagi-lagi bukan.
Kamu akan sangat jenuh dan muak dengan cemburu terselubung ku ini. Mencemburui semua yang mendekatimu terutama teman perempuanmu.

Kamu akan merasa sangat jenuh takkala menghadapi sifat ku yang tak kunjung dewasa, terlalu kekanak-kanakan. Kamu juga akan merasa amat bosan melihat akau yang selalu mempermasalahkan hal-hal keccil yang seharusnya tidak perlu di bahas. Kamu akan merasa amat membenciku karena merasa aku terlalu posesif dan mencurigai segala hal yang ada padamu.


Saat ini aku hanya ingin membuatmu merasa dicintai tanpa merasa kurang, walau nyatanya kita bukan apa-apa. Aku hanya kurang paham bagaimana caranya untuk mengontrol perasaan, tak apa aku akan berhenti dari rutinitas yang menggangu nan memuakkan itu.
Jangan beranjak, biar aku yang mengambil langkah. Kadang kita perlu untuk sedikit menjauh kala dekat hanya melahirkan cemas dan resah.
Kamu disitu yaa...
Biar aku yang melangkah jauh dan mundur. Sepertinya perasaanku memang sedang butuh rehat dan sedikit disadarkan. Kamu juga tentunya sudah terlalu lelah dengan kepenatan selama ini, kamu perlu istirahat.


Semoga ada jalan untuk kita kembali baik, walau sudah tidak searah. 

PERAN ANAK PERTAMA PEREMPUAN

Terlahir sebagai wanita adalah anugrah.

Terlahir sebagai anak pertama adalah anugrah.

Tapi katanya anak perempuan dan anak pertama adalah perpaduan yang sangat tidak menyenangkan .

Ya..itulah aku sekarang

Aku dituttut untuk sempurna

Pundakku harus sekuat baja

Hatiku harus setegar karang

Padahal tak jarang hatiku sangat rapuh

sering sekali aku menangis diam-diam saat keadaan selalu mencoba memojokkan ku 

Apa mereka lupa kalau aku juga manusia,

bisa salah, bisa rapuh, dan bisa menangis

Tuhan....

Izinkan aku menjadi tameng yang baik bagi adik-adik ku 

Wudujkanlah harapan-harapan besar keluarga ku akan diriku

Aku percaya, Kau tidak akan memberi peran anak pertama padaku jika aku tidak mampu.




Sabtu, 17 Oktober 2020

A K U

Entah kenapa di jam-jam sunyi dan tak berpenghuni seperti ini rasanya nyaman sekali untuk membentuk isi dari kepalaku menjadi sebuah kata-kata yang kurasa selalu mengganjal di dalam kepalaku.
Ya...aku merasa selalu ada yang mengganjal setiap lelahku beranjak yang kemudian berubah menjadi desiran bayang-bayangannya. Aku mencoba untuk menangkis semua bayangan itu karena mau bagaimanapun dia telah memilih jalan hidup, dan kurasa dia berhak untuk itu. Tapi aku selalu kalah. Aku kalah untuk menangkis semua bayangannya. Perasaanku terlalu sulit untuk melupakannya. 
"Perasaan apa ini Tuhan, kenapa sulit sekali untuk melupakannya?" lirihku dalam batin yang teramat dalam. 


Sesekali aku ingin menikmati dimana hariku benar-benar bersih dari pikiran tentangnya. Dan jawabannya sudah pasti tidak bisa. Ya aku selalu gagal untuk menghilangkan jejaknya dari alur pikiranku. Tidak jarang aku kesal dengan diriku sendiri karena tak henti-hentinya menghadirkan dia di pikiranku, mengacak-acak isi kepalaku, lalu meninggalkan bekas yang tak bisa lekang. 


Aku ingin sekali membenci dirinya, ingin sekali. Tapi jiwaku lemah untuk hal itu. Aku tidak bisa membencinya. Rasa sayang yang ku miliki terhadapnya lebih besar daripada rasa benciku. 
Aku tidak tau harus berbuat apa ketika aku mendengar dia berkata-kata sedikit kasar padaku di telpon pada waktu itu. Yang ku tahu rasanya sakit sekali mendengar dia berkata seperti itu secara langsung. Aku ingin sekali menangis lalu berteriak dan melemparkan beberapa pukulan padanya untuk meluapkan kekesalanku saat itu. 
Dia tidak pernah tau seberapa banyak usaha dan doa yang kulakan untuknya. 
Untuk menjalani hari-hariku seperti orang normal lainnya. Aku berusaha mengikuti semua maunya, untuk tidak menghubunginya lagi pada waktu itu, ya itu maunya. Dia mau untuk aku tidak pernah lagi menghubungi dan memintaku melupakan semua yang pernah terjadi, yang pernah kami jalani, dan yang pastinya yang pernah kami lukiskan bersama-sama. Aku mengikuti maunya, walaupun dengan perasaan hancur. Dan termasuk saat ini, aku mengikuti maunya lagi dengan perasaan semakin hancur berantakan. 
Aku selalu berdoa yang terbaik untuknya. 


Dia tidak pernah tau bagaimana sakitnya mencoba menghapus semua kenangan manis yang baru pertama kudapat hanya dari dia. Rasanya sakit sekali.....
Tapi diatas segala keputusannya aku selalu mengiyakan dengan ikhlas. Karena aku pun berkaca bagaimana buruknya sifatku yang kadang susah sekali untuk jujur padanya. Walaupun itu aku lakukan semata-mata hanya tidak ingin membuatnya cemas. 


Setiap hari rasanya tidak afdol jika kepalaku tidak memutar memori tentang dia. Kadang aku kesal tapi tak jarang juga aku tertawa sendiri mengingatnya. 
Jujur...Aku juga ingin sekali melihat dia bahagia. Maka dari itu aku juga selalu berusaha untuk melunturkan sedikit demi sedikit semua kenangan bersamanya. Ya walaupun jawabannya sudah pasti sangat susah. Tapi aku berusaha kok. I'm sure but I'm a little doubtful too. 

"Kenapa rasanya susah sekali melupakan orang yang jelas-jelas memintaku untuk melupakannya secara paksa dan kasar" teriakku dalam batin sambil memukul-mukul kepalaku berulang kali dengan pelan. Aku masih tak percaya dengan semua isi yang selalu kepalu ku putar tentangnya. Rasanya ingin sekali menemuinya lalu menatapnya dan juga memeluknya erat sekali. Ahh...lagi-lagi harapanku selalu bercanda pada kenyataan. 
Kenyataan yang harus benar-benar bisa kuterima karena terakhir kali dia mengatakan dan meminta ku untuk mendoakannya dengan pasangan barunya. Ya katanya dia telah menemukan seseorang yang akan diajaknya menuju ke jenjang yang lebih serius. Aku membuang napas parau dan kekesalan yang semakin mendalam sembari meletakkan kepala di sofa dan menengadah ke langit-langit ruang tamu. Aku ingin menangis, memberontak dalam kekesalanku. Tapi jiwaku teralalu rapuh untuk melakukan itu. Bisaku hanya mencoba menerima semua keputusannya dengan baik dan ikhlas pastinya. Mencoba mengatakan dengan tegas dalam batin bahwa dia bukan jodohku. Aku terisak merasakan tak mampu manahan suatu dorongan yang akan keluar pada pelupuk mataku. 


Untuk kesekian kalinya aku menghela napas panjang karena tangisku yang selalu kucoba tahan agar tidak mengeluarkan suara. 
"Serumit inikah perjalanan asramaku Tuhan? Setidak pantas itukah aku bersamanya? Dan Sekacau inikah aku yang selalu berusaha menyembunyikan semuanya?" tanyaku pada Tuhan dengan perasaan hancur. 


Aku merindukannya saat ini walaupun dia..... 
Tidak!









Semoga Bumi berpihak, 
Semesta mendukung dan 
Tuhan mengabulkan.....







              

                                                                 02:30

Senin, 17 Agustus 2020

AGUSTUS DAMN!

 Agustus...
Ku kira rasanya akan sama seperti bulan-bulan sebelumnya, ternyata aku salah. Agustus kali ini sangat mengecewakan, sangat membingungkan, sangat menyebalkan.
Aku benci Agustus. Aku marah pada Agustus, dan aku mengutuk Agustus kali ini di hidupku.
Di Agustus kali ini masalah datang bertubi-tubi bagaikan butiran gerimis yang berubah jadi hujan badai.

Aku tidak menyangka bahwa Agustus ku kali ini akan membahayakan sekali bagi diriku.
Rasanya hampir mati di telan lumpur hidup. Aku ingin menjerit tapi sudah tidak mampu, tanganku gemetar, jantungku berdegup kencang sekali, napasku tak beraturan. Apa yang akan terjadi?
Ternyata masalah ini yang dihadiahkan Agustus padaku, aku terkejut sampai hampir mati. 

Agustus kenapa semuanya kau jatuhkan secara bersamaan masalahnya padaku, tidak bisa kah satu persatu dulu tunggu aku menyelesaikan yang satu?
Aku tidak sanggup kalau dengan bertubi-tubi seperti ini. Aku kalah, aku menyerah.

Aku mencintai semua orang yang ada padaku saat ini, tapi kenapa lagi-lagi Agustus membuat semuanya seolah-olah aku adalah orang jahat.
Aku bukan orang jahat, aku orang yang selalu berusaha baik di semua orang yang ku cintai saat ini, baik itu keluargaku, temanku, rekan kerja ku, murid-murid ku, orang tua muridku bahkan pasanganku saat ini.

Agustus...
Seberapa banyak lagi akan kau tumpahkan masalah padaku?
Belum cukup kah segini? Apakah akan ada lagi?
Ku mohon besahabatlah Agustus, aku mengaku kalah padamu.
Aku kalah....





Selasa, 02 Juni 2020

PERIHAL MERINDU



     
     Menanyakan kabar ku saat ini? Kurasa bukan waktu yang tepat.
Karna aku saat ini mengidap suatu penyakit yang disebabkan oleh rindu. Aku sudah terlalu lama sekali menahan penyakit ini dan kurasa sekarang aku benar-benar sudah tidak kuat lagi untuk selalu memendam dan menyembunyikan semuanya kerinduan ini.
Aku merindukan setiap detail waktu yang pernah ada dan selalu terukir hingga saat ini. Aku juga merindukan semua hal yang menjadikan ku kuat hingga saat ini, walau tak sekuat saat bertemu.
Aaahhh.....aku rindu, sungguh!
Aku rindu percakapan yang mengisi ruangan saat itu. Aku rindu senyum yang menghangatkan ruangan saat itu. Dan aku juga rindu tawa yang selalu memecahkan ruangan saat itu, saat dimana semua gundah hampir sepundak.



Semakin hari aku semakain sering memutar semua video saat bersama. Memandangi foto berulang kali hingga akhirnya tertidur. Dan memutar lagu rindu sebagai teman yang paling setia dikala malam semakin larut dan rindu yang selalu meggebu. Hari semakin berat kurasa saat tak bertemu seperti ini.
Andaikan guling dikamarku dapat berbicara mungkin dia sudah berkata kalau dia lelah menampung semua keluh ku karena tak bertemu. Dan ketika kasurku juga ikut berbicara dia akan berkata bahwa dia sudah terlalu letih karena selalu menopang tubuhku yang lemah dengan keadaan ini.
Membosankan sekali dalam keadaan seperti ini tanpa bertemu. Membosankan sekali terus berada di zona diam tanpa kepastian. Aaahhh.....aku bosan!

Bisakah menyapaku walau hanya lewat mimpi?
Kumohon hadirlah dari kejauhan dalam mimpiku lalu menebar tawa yang tak terlupakan bahagianya.
Aku mampu membayangkan betapa bahagianya saat tawa itu terukir disetiap langit-langit bangunan.
Aku sungguh bahagia bersama tawa itu.
Namun, hingga saat ini tak kunjung hadir dalam mimpi ku. Kemana?
Sebanyak apa aktivitas yang merebutmu dari ku hingga menumbuhkan cemburu yang berlebih terhadap waktu. Aku selalu membenci waktu yang menghilangkanmu dari hariku.
Aku kehilangan semangatku yang menggebu-gebu yang diberikan semesta padaku untuk melewati satu hari bersama tawamu. Aku selalu menunggumu.


Yang aku tau perihal rindu itu hanya ada dua, yaitu meluapkan atau melupakan. Namun jika disuruh memilih aku akan lebih memilih meluapkan, karena bagiku meluapkan adalah hal yang mudah ku lakukan lewat ketikan jari-jariku atau bergumam dalam doa disepertiga malamku. Tapi jika untuk melupakan itu adalah hal tersulit yang tidak akan pernah kucoba sekalipun ada yang meminta.
Karena bagaimanapun ketika merindukan aku dapat merasakan betapa sulitnya suatu pertemuan yang terhalang oleh waktu ataupun jarak bahkan keadaan.

Saat ini yang bisa melunturkan sedikit kerinduanku hanya berkomunikasi lewat videocall saja dan juga mengirim voicenote terkadang. Namun itu semua tak mampu menggantikan betapa hangatnya pertemuan yang dibarengin dengan tawa lepas dari setiap kepala-kepala yang hadir.
Aku merindukan semua moment saat malu menjadi bahan percakapan yang paling membuat kita semakin dekat.
Ku harap keadaan segera membaik dan kita akan segera merayakan pertemuan yang luar biasa karena sudah terlalu lama dipisahkan oleh keadaan dan juga waktu.
Rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu dan aku sudah tidak sanggup untuk menahan semua kerinduan yang kian meluap di diriku. Apakah sama yang kita rasakan?
Ku harap sama pun begitu yang kau rasakan.


Waktu semakin lama berpihak kepada keadaan, dan aku masih saja tak mampu mencari tawa seperti saat kita bertemu lalu menumpahkan semuanya di satu ruangan saat itu.
Pun sama yang kurasakan saat ini seperti apa yang kau rasakan juga, bosan dan sangat melelahkan.
Ya aku bosan dengan keadaan yang tak kunjung membaik dan aku lelah dengan waktu yang tak kunjung mendekat.Rasanya seperti terikat tambang besar, sakit dan menyesakkan.
Aku rindu sekali. Entah harus berapa kali aku mengucap rindu agar rasa itu benar-benar berkurang walau hanya sedikit. Tapi ternyata aku salah, semakin sering aku megucap kata rindu aku malah benar-benar semakin terjebak di perasaan yang tak tahu kapan berakhirnya.


Tawa yang menumbuhkan bahagiaku, dan ceria yang membangkitkan semangat baruku kuharap semua akan cepat berakhir karena aku merasa bahwa kini bahagia dan semangatku sudah hampir pudar. Aku membutuhkan bahagia dan semangat baruku yang hampir pudar termakan waktu dan juga keadaaan.
Semoga kita cepat bertemu....
Hay, anak-anakku yang paling sanggup menumbuhkan tawa tanpa dusta dan ceria tanpa batas.
Semoga sehat selalu berpihak pada kalian semua agar pada saat bertemu cerianya tetap sama seperti sebelum kita dipisahakan oleh keadaan.
Ibu Rindu ❤







Senin, 23 Maret 2020

MELANGITKAN NAMAMU



 

       -------------------------------------------------------------------------------------------------------

       Tulisan ini aku awali dengan perasaan  yang belum juga menemukan titik terangnya.
Dan juga tidak menemukan hasil yang begitu memuaskan dari semua curahan yang pernah ada.
Ku lampirkan kenangan yang kian menyesakkan. Lalu ku bungkus dengan rasa nyaman yang amat mendalam. Dan bertuliskan rindu sebagai lambang perasaan terbesarku saat ini.

Tadinya ku kira semua akan berjalan baik-baik saja tanpa deraian air mata lagi. Namun aku salah, ya lagi-lagi aku yang salah di semua kekecewaan itu. Dan pada akhirnya kau orang yang terluka yang terkena goresan kesalahanku. Hanya ucapan maaf dengan berulang kali yang bisa aku lirihkan kepadamu atas semua kekecewaan yang telah terjadi.
Tapi percayalah bahwa diatas semua kekecewaan itu aku tidak pernah bermaksud menggoreskan luka dihati mu. Aku hanya tak sengaja, "maafkan aku".


Aku tahu bahwa kau pasti muak sekali dengan setiap kata maaf yang ku utaran untukmu lewat tulisanku saat ini, tapi hanya itu kata yang sanggup mewakili semua kesalahanku padamu. Hanya itu yang mampu terucap disaat semua kata terkurung dalam lembah kekesalan amarah.




Aku memang menyukai sebuah perubahan, tapi tidak dengan sikapmu.
Aku juga menyukai sebuah penyelesaian yang baik tapi tidak dengan lakumu.
Tapi nampaknya aku memang sudah kalah telak, sesuatu telah membuatmu menang menjadi juara tanpa ada pertandingan.

Satu waktu yang mendorongmu ragu adalah ketika kepercayaan yang dibangun pelan-pelan digugurkan oleh kenyataan tanpa penjelasan.




*

Kamu tahu, aku sekarang jadi jarang menangis setiap mengingat kenangan yang hampir pudar termakan waktu sibukku. Bisaku kini hanya tersenyum lalu menghembuskan napas panjang ketika bayanganmu muncul di kepalaku. Lalu menegarkan hati dan berbicara lirih "semuanya akan baik-baik saja, ini hanya rindu sekejap".
Tapi ternyata lirihku masih saja salah,  rindu ku tak hanya untuk saat itu saja, setiap hari aku semakin merindukan semua hal tentangmu, ya tentang kita.
Masih boleh aku merindukan mu?


Kini aku semakin mencintai malam, karena bagiku dia teman paling setia dikala hati tak bersahabat dengan bahagia.
Malam tahu semua tentangmu, aku berbicara banyak setiap malam mampir di hariku.
Malam begitu baik, dia mau mendengar semua ceritaku, dia mau merangkul setiap keluhku, dan dia juga mau memberikan pelukan erat untuk semua kerinduan yang kurasakan. 
Malam tahu bagaimana rasanya merindukan seseorang  tanpa tahu harus berbuat apa.  Selama ini aku bercerita pada malam, bahwa aku mau tidur tanpa bisa bangun lagi hanya karena aku berharap aku bisa bertemu denganmu terus dalam mimpiku walaupun dalam hitungan waktu saja.

Malam juga tahu kalo aku selalu putar video-video kita, aku selalu liatin foto-foto kita, dan aku selalu baca chatt-chatt kita, karena cuma itu yang aku punya.
Aku rindu......
Sungguh.....

Tadi aku bilang bahwa aku tidak menangis lagi saat mengingat semua tentangmu, ternyata untuk saat ini aku belum bisa menahan setiap dorongan yang ada dipelupuk mataku untuk jatuh lalu berderai.
Aku menangis....


Anganku terlalu tinggi untuk mengabulkan permintaan terakhirmu padaku agar secepatnya melupakan semua tentangmu. Tadinya aku juga sedang berusaha untuk melupakan semuanya, tapi aku tak bisa, aku gagal, aku kalah oleh waktu yang tak terhitung untuk melupakan itu semua.

Saat ini kotaku sedang tidak baik, banyak kekhawatiran di kepala-kepala itu. Hingga petinggi-petinggi kotaku memutuskan untuk menyarankan kami melakukan segala aktivitas selama dua pekan kedepan di dalam rumah.
Dan kamu tahu apa artinya itu? Ya, aku dua pekan ini akan melakukan semua aktivitasku di dalam kamarku ditemani serpihan kenanganmu yang kau minta untuk segera ku hapuskan dari memoriku.
Tapi lagi-lagi aku kalah! Ternyata tidak semudah itu bagiku menghapuskan semua kenangan kita begitu saja, aku sudah berusaha keras untuk melupakannya. Maaf, tapi aku tidak bisa.
Dalam dua pekan ini bisaku hanya mendengarkan lagu-lagu sendu lalu memejamkan mataku seraya berusaha mencoba melupakan sedikit demi sedikit tentangmu. Ternyata cara itu paling salah, aku malah semakin merindukanmu. Kepala ku secara otomatis lagi-lagi memutar ulang kemballi semua kenangan baik tentang kita.
Dan untuk kesekian kalinya, maafkan aku......


**


Sepekan lalu aku bercerita dengan salah satu teman lamaku. Dia sahabat rohaniawanku, dia laki-laki yang baik yang selalu mendukungku di setiap hal yang bisa kulakukan tanpa paksaan.
Aku bertanya banyak tentang perasaan tersembunyi yang dipunyai seorang laki-laki. Aku bertanya bagaimana aslinya perasaan seorang laki-laki itu.


"Aku lagi gak mood bgt Ri"

"Kenapa lagi sih kamu Len?"

"Kenapa sih perempuan itu harus diciptakan dari tulang rusuk laki-laki? Jadikan kalo sakit hati, sakitnya gak nyampe ke rusuk Ri".

"Kamu ngomong apa sih Len? Lagi ada masalah ya? Berdoa dulu gih!"

"Aku gak tau ini saat yang tepat atau egk dari Tuhan buat ngelepas dia Ri, yang pasti rasanya gak hilang-hilang. Sakit bgt, nyesek bgt. Aku emang selalu egois setiap minta ke Tuhan. Aku selalu minta Tuhan buat simpan dia sebagai masa depan aku tanpa minta juga buat ditinjukkin apakah benar dia orang yang tepat dimasa depanku nanti. Aku seegois itu Ri"

(suara mulai berat karena dibebani oleh air mata yang mulai membasahi pipiku).

"Astaga Len, tetap kuat seperti yang ku kenal ya. Tapi aku cuma mau bilang kalo kamu tuh juga salah Len.  Harusnya dari awal kamu minta sama Tuhan,agar dikasih petunjuk benar apa enggaknya dia orang yg akan ada dimasa depan kamu kelak. Minta petunjuk Tuhan, kalo memang dia orangnya ya Puji Tuhan tapi kalo memang bukan dia jangan lupa minta juga ke Tuhan untuk menjauhkannya dengan cara terbaik yang Tuhan punya.
Percaya Len, pengharapan Tuhan itu tidak akan sia-sia. Tapi enggak semua harapan yang menurut kita baik, Tuhan bilang OK. Karena Tuhan lebih tahu, pasti ada yang terbaik dari yang baik menurut kita."

"Iya aku percaya rencana Tuhan pasti lebih baik Ri buatku, tapi  aku tuh heran kenapa  disemua masalah yang pernah kami lalui dia malah kembali dan kembali lagi ke aku Ri."

"Mungkin aja waktu itu Tuhan sedang menguji hatimu Len, positif thinking saja sama jalannya Tuhan Len. Aku tahu kamu itu perempuan kuat, perempuan hebat. Dan aku juga tahu kalo  ini gak mudah buat mu kan? Tapi aku cuma mau bilang kalo diluar sana masih banyak laki-laki yang jauh lebih baik yang sudah Tuhan siapkan untukmu Len."

(suaraku semakin berat karena tangis yang tertahan).

"Bicara tentang rasa sayang, kamu tahu kan Ri kalo aku memang mudah bgt dekat sama orang, tanpa terkecuali orang baru. Tapi kamu tau juga gak kalo aku gak semudah itu juga buat suka, nyaman, bahkan sayang sama orang? Dan gitu juga kalo aku udah sayang ke orang, aku gak bakalan semudah itu untuk bisa ngelupain orang yang pernah aku sayang Ri, apalagi posisinya sekarang masih sayang. Banyak bgt tantangan buat ngelupain dia Ri."

"Iya, aku tahu kok Len. Sabar ya, kuat kuat kuat."


**

"Ri, kalo aku mendesak pengen dikenalin ke orangtuanya walaupun dihubungan itu enggak ada kejelasan status, aku salah gak ya?"

"Hah? Mendesak? Maksudnya gimana Len?"

"Iya Ri, aku selalu minta ke dia buat dikenalin ke orangtuanya tapi gak pernah di gubrish."

"Kenapa? Alasannya apa, kamu nanya alasannya kenapa dia belum ngenalin kamu ke orangtuanya gak Len, atlist hubungan kalian enggak tau statusnya apa?"

"Katanya kalo untuk pengenalan ke orangtua itu bukanlah tahap yang main-main Ri,
padahalkan maksud aku baik untuk kenal ke orangtuanya event hubungan kami yang enggak tau statusnya apa. Karena menurut aku mengenal orangtua dalam hubungan apapun itu pasti kesannya baik. Bukan cuma kesan ke akunya, tapi ke dianya juga pasti baik kan Ri?"

"Gini ya Len, aku mau cerita sedikit but bukan untuk memperburuk suasana hati kamu.
Jadi bulan 12 kemaren aku nemenin sepupuku dirawat di RS dan kebetulan profesinya Brimob.
Dan yang lebih kebetulannya lagi, waktu itu Hp ku rusak Len, jadi mau enggak mau aku minjem Hp sepupuku buat ngabarin keluarga yang lain. Nah, enggak tahu juga waktu itu kenapa aku tiba-tiba pengen ngestalk Hpnya. Aku bukainlah tuh satu persatu chattingan dia sama temen-temennya. And you know what Len, apa yang aku rasain waktu ngepoin chattingannya. Aku kaget bgt Len, chattingannya sama cewek semua, sudah kayak asrama putri Hpnya. Dan banyak bgt cewek yang jenguk sepupuku ke RS Len, malah ada yang berpapasan dan ada yang satu waktu 3 cewek yang jenguk sekaligus Len. Kebayang gak tuh?
Pas jam jenguk sudah habis aku mulai nanya ke dia, kok banyak bgt cewek yang datang jenguk dan enggak bikin dia takut dengan kedatangan cewek-cewek itu secara bersamaan.
Tapi dia ketawa terus bilang kalo dari awal kenal cewek-cewek itu dia cuma jadikan ajang happy-happy doang sambil nunggu waktu Tuhan untuk benar-benar kasih seseorang yang tepat. Dan sedang menjaga perasaan perempuan-perempuan lain yang sudah di seleksinya untuk lebih diseleksi lagi katanya Len. Karena menurut sepupu aku, dengan profesinya kayak sekarang ini justru hanya jadi pemanfaat buat perempuan-perempuan yang gak ngerti arti perjuangan.
Sepupuku ada benarnya juga sih Len, tapi aku juga bilang ke dia kalo cara dia tuh salah dalam menanggapi  cewek-cewek itu. Karena pada dasarnya perempuan itu paling banyak diuji, pada saat lelakinya sedang dibawah perempuan diuji kesetiaannya. Pada saat lelakinya sudah berada diatas perempuan juga masih diuji untuk selalu sabar kalo sewaktu-waktu lelaki yang ditemaninya dari nol bakalan berubah haluan keperempuan lain.
Bener gak Len?"

"Iya bener sih Ri. Terus menurutmu apa dia juga sekarang lagi menjaga perasaan perempuan yang sudah diseleksinya ya Ri? Aku bingung .....
Cuma kalo bicara tentang pasangan tuh ya, aku memang paling enggak pernah memandang pasanganku dari segi apapun itu Ri. Karena bagiku apapun itu kekurangan bahkan kelebihan dia,  sudah menjadi hal yang sewajarnya yang dari awal harusnya bisa aku terima apapun itu tanpa terkecuali. Kalo ngomongin profesi, bukannya mau flashback, tapi sebelum-sebelumnya orang yang pernah sama aku profesinya saat ini sudah terbilang OK dan Puji Tuhan pernah nemenin perjuangan beberapa dari mereka. Tapi itu semua enggak berarti apa-apa Ri.Untuk yang terakhir ini aku memang enggak nemenin sih, ya karena dekatnya juga gak terduga, tapi siapa sangka dia malah bisa bikin aku senyaman mungkin sampai sekarang ini walaupun sudah missing communication. Dan lagi bicara tentang pasangan, Mama aku tuh selalu wanti-wanti, selalu kasih pesan dan bahkan request kalo bisa cari pasangan itu harus yang orang kampung. Awalnya aku bingung sendiri pas nyikapi omongan mama tapi semakin kesini aku semakin disadarin dan dikasih penjelasan sama mama kalo pasangan orang kampung itu lebih mengerti arti perjuangan. Pokoknya gitu deh pesan atau request dari mama yang selalu bikin aku ingat buat enggak ngecap atau menilai laki-laki hanya dari fisik, dari profesi, atau bahkan dari materi sekalipun, ya karena menurut aku itu memang sudah menjadi bonus tersendiri buat mereka yang sudah banyak berjuang."

"Betul bgt Len, untuk yang itu aku setuju bgt samamu. Dan lagi nih ya Len, kamu tau gak kalo perempuan itu tugasnya menemukan bukan mencari.
Menemukan orang yang bisa bikin nyaman, bisa bikin aman, bisa bikin senang, bisa bikin diri kamu tuh terasa terlindungi, terjaga."

"Iya Ri, dan sejauh ini aku masih nyaman bgt sama dia, aku masih senang sama dia, dan jujur aku masih menyisihkan penantian disetiap waktu yang ku punya.
Aku gak pernah sekeras ini menyukai satu orang Ri, rasanya sakit bgt setiap mengingat keputusan terakhirnya."


"OK Len, aku cuma akan kasih satu masukan ke kamu. Menurut aku saat ini kamu harus lebih banyak berserah diri ke Tuhan deh, minta petunjuk Tuhan kalo di usia kamu yang sekarang ini kamu  benar-benar ingin ditunjukkan orang yang tepat untuk masa depan kamu. Jangan banyak menyimpan galau karena mengingat masa lalu.
Aku gak bilang masa lalu itu semuanya buruk dan harus dilupakan. Tapi tolong untuk enggak sesering mungkin memutar memori masa lalumu, karena itu berpengaruh sama mood keseharian kamu juga Len."

"Iya Ri, Thank you udah jadi pendengar dan penasehat yang baik buat aku ya"

"Sama-sama Len,  ingat ya selalu andalakan Tuhan dalam semua perasaaan kamu."



(mencoba tersenyum ditengah kakunya pipi yang sudah kering karena air mata).








******









Mungkin kesalahan terbesarku saat ini adalah berharap terlalu banyak tanpa lebih dulu bertanya, nama siapa yang ada di hatimu sebenarnya selama ini.
Aku menghargai semua keputusan yang menurutmu baik, karena pada dasarnya dewasa telah memihak dan kau berhak.

Detik ini aku ingin sekali memelukmu, dan berkata kalau aku lelah sekali dengan hari yang ku jalani saat ini tanpamu.
Aku ingin memelukmu sekejap saja walaupun nantinya jantungmu sudah tidak berdegup lagi saat bersamaku.



*********

Mencintaimu itu bagaikan terbang mengendarai pesawat, memiliki tanggung jawab yang besar dengan tingkat resiko yang sangat tinggi.
Kenapa aku bilang begitu? Karena menurut aku, untuk bisa dapat feedback suka dari kamu aja tuh susah bgt. Apalagi dengan profesi kamu yang seperti itu , bukan main-main untuk menentukan tahap kedepannya. Bahkan sampai ke tahap mencintai sekalipun. Aku ingat, kamu pernah bilang kalo kata cinta itu bukan sekedar main-main, yang mudah saja keluar dari mulut setiap orang. Tapi kali ini aku sungguh mencintaimu, aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Aku menyukai semua kekuranganmu yang ku tahu, baik yang belum dan yang akan ku ketahui walaupun kita tidak akan pernah bertemu lagi.
Aku hanya bisa mencurahkan semua perasaanku lewat tulisan-tulisan yang disusun oleh jari-jariku saat ini dan sebelumnya. 
Aku menuang semua tulisanku ditemanin malam, karena malam lebih menerima keluhku untuk menumpahkan semua kesahku yang tak dapat ku ceritakan pada siapa saja termasuk kamu.

Aku tidak akan pernah menyesal karena sudah pernah mengenalmu dengan baik. Aku tidak akan pernah membencimu  karena telah memberiku kisah perpisahan yang tak pernah ku inginkan sebelumnya. Dan aku juga akan tetap kuat menerima perpisahan yang seperti ini walaupun sedikit agak  berat untukku, tapi aku selalu meyakinkan batinku bahwa ini sudah menjadi pilihan terbaikmu.
Karena aku percaya, jika mencintai seseorang maka kita harus rela melepasnya bukan karena kita berhenti mencintainya. Tapi karena kita tahu bahwa dia berhak bahagia walaupun bukan kita yang membuatnya bahagia.


Sekarang aku akan lebih berusaha lagi untuk membiasakan diri dengan tetap mengingat semua kebaikan yang pernah kau beri tanpa harus melibatkan perasaaanku.
Dan melangitkan namamu adalah senjataku untuk membuatku agar tidak akan pernah membencimu disemua waktu yang pernah kita punya.




    -----------------------------------------------------------------------------------------------------------


Terimakasih semesta atas semangat yang menggebu disemua hari yang kupunya  ^_^






Kamis, 20 Februari 2020

KOMITMEN



 Komitmen itu bukan ikatan yang mengekang
tapi lebih kepada saling percaya satu sama lain
dan untuk lebih baik dalam tahap selanjutnya.

Komitmen itu tentang yang kamu lakukan apa yang kamu katakan.
Komitmen itu bukan lagi sebuah janji namun sebuah pertanggung jawaban.
Menjaga komitmen itu memang susah, 
dan cara mempermudahnya itu dengan kita mengingat
tujuan berkomitmen itu apa?






Komitmen sama pacaran itu gak ada bedanya.
Orang bilang kalau pacaran itu ada hubungan 
sedangkan komitmen gak ada hubungan, 
kata siapa?
Pacaran itu adalah hubungan yang kalian buat-buat sendiri.
Jadi, yang sedang berkomitmen jangan minder kalau dia pergi 
meninggalkanmu, 
jangan kau salahkan.


Komitmen gak menjamin kesetiaan.
Pada akhirnya ketika dia menemukan yang lebih baik dari kamu 
iman dia bakalan goyah atau udahan dengan perasaan bersalah . . . . .








by : narasi.vid

Sabtu, 04 Januari 2020

PERNAH

Aku hanya ingin menjadi aku
dengan versi terbaik ku untukmu,
masalah nanti kamu bukan lagi 
orang dimasa depanku ;
masalah nanti aku bukan lagi pilihanmu
dimasa depanmu,
Tak apa yang terpenting, aku sudah pernah.
Pernah belajar menjadi yang terbaik untuk kita. 
Terimakasih untuk semua waktu yang kita punya. 

Rabu, 01 Januari 2020

YANG KUMAU

Seringnya ku berpikir sampai penat
tak jua kutemukan jalan keluarnya
Jika memang bukan ini, sudah tamatkanlah
karena ku tak mau waktuku terbuang

Jangan memaksakan ini
jika memang bukan yang ini
Karena sesuatu yang peka
buat kita jadi masalah



           Yang kumau ada dirimu
           Tapi tak begini keadaannya
           Yang kumau selalu denganmu
           
           Jika Tuhan mau begini
           Rubahlah semua jadi yang kumau
           karena ku ingin semua berjalan
           seperti yang kumau.....





SENYUMLAH



Bila masalah hidupmu terlalu banyak
kuharap dirimu tak usah mengeluh
Percaya dan yakinkan dirimu
Kau bisa mengubah keluh jadi senyum


Tak ada satupun manusia
yang tak pernah disinggahi masalah
Mungkin ini cara Yang Kuasa
menjadikanmu lebih dari dewasa


Senyumlah, syukuri hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu





Bila esok nanti sudah lebih baik
janganlah lupakan masa-masa sulitmu
Ceritakan kembali pada dunia
caramu mengubah keluhmu menjadi 
Senyuman.....

Senin, 30 Desember 2019

SEMU

Aku berbicara padamu
Wahai masa-masa yang terlalu manis untuk dikenang.
Terlalu fana untuk diingat
Terlalu rapuh untuk dijadikan pegangan
Terlalu semu untuk diminta kejelasan
Terlalu indah untuk tak diabadikan.


Masa-masa yang boleh kunikmati selayang
Masa-masa muda yang harus terkorbankan dengan ambisi-ambisi nalar
Masa-masa yang harus ditinggalkan pergi meski ingin sekali aku kembali.


Kalian adalah kenikmatan semu yang ingin kucicipi sebelum senja berikut
Kenikmatan yang memabukan dan membuat candu



Nyatanya...
Hanya rindu yang aku temukan dalam relung jiwa ini
Yang kini engkau tinggalkan sendiri di penghujung hari.

Minggu, 29 Desember 2019

DESEMBER



D
esember....
Di penghujung tahunan, menata lagi kenangan.
Untuk waktu yang telah terlewatkan.
Kala sebelas bulan telah tertinggalkan.


Oh Desember...
Telah banyak waktu terlewatkan, entah itu kesenangan atau pun kesakitan.
Semuanya akan menjadi pelajaran, karena kau sudah datang kembali menjadi akhir dalam lembaran kehidupanku.


_________




___________________



Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang temanku disebuah kafe di dalam mall disalah satu kota Jakarta. Dan akhir-akhir ini kami sering sekali menghabiskan banyak waktu berdua lalu berbincang-bincang mengenai kehidupan asmara kami. Aku senang sekali ketika akan bercerita, karna yang akan ku ceritakan kepadanya adalah tentangmu. Ya...kamu, 
Kamu yang sudah berhasil membuat aku disiksa rindu selama ini dengan level emergency.
Setiap memulai cerita tentangmu, tak tau kenapa aku selalu bahagia. Bahkan hal sekecil apapun itu aku akan berusaha membuat cerita semenarik mungkin kepada temanku tentangmu. Dan kali ini dia hanya tersenyum memandangku ketika aku bercerita tentangmu. 

Dengan semangat yang luar biasa, dan dengan suara yang lantang aku bercerita panjang lebar, lalu sesekali tertawa mengingat semua tentangmu. 
Tapi kali itu berbeda, temanku memegang tanganku ketika aku sedang berbicara serius tentangmu, dia bilang...
"Kamu kangen banget ya sama dia?"
Seketika suaraku hilang, dadaku sesak sekali. Seperti ada dorongan dikelopak mataku, namun aku menahannya sambil memandang langit-langit kafe yang di penuhi cahaya lampu. 

Waktupun bermain di suasana malam itu untuk aku menahan semua perasaan yang tertahan. Pada akhirnya aku sudah tak sanggup lagi menahan dorongan yang ada dikelopak mataku, hingga tertumpah bersamaan ketika aku menundukkan kepalaku menatap ubin kafe dan berkata....
"Iya, aku kangen banget" 


Suasana kala itu benar-benar membuat pipiku basah dan dadaku sesak sekali. 
"Kasihan banget sih kamu Len"
Ucap temanku sambil mengusap lenganku dengan lembut. 
Tangisku tumpah ketika temanku bergegas merangkulku sambil mengelus rambutku.
"Kasihan kenapa? Aku semenyedihkan itu ya?"
...............
Cukup lama waktu dia untuk menenangkan aku dengan cerita tentangmu yang menurut dia banyak meninggalkan iba terhadapku. 
"Iya Len, kamu menyedihkan banget buat aku. Karna apa? Tiap kita ketemu kamu tuh gak pernah ganti topik, yang diceritain dia mulu. Aku gak bosan sih, cuman lebih ke kasihan sama kamunya, disiksa rindu tuh sakit banget loh. Tapi kamu Hebat Len".



Tiba-tiba seseorang menghampiri meja kami.
.............


Tanpa sadar ternyata kami sudah banyak bercerita, dan menghabiskan waktu dengan rangkulan kerinduan. Bila tak dihampiri oleh pelayan kafe itu, mungkin saja kami akan menginap semalam dikafe tersebut.  ^^ 



_________________


Desember untuk sebuah renungan.
Larut bersamanya di musim penghujan
Sebuah isyarat penuh keberkahan
Kala Tuhan berjanji setiap doa akan terkabulkan saat di panjatkan ketika turun hujan.
Karena desember bulan penentuan menjadi akhir musim hujan, entah itu hanya kebetulan atau memang semata ini sudah menjadi rekaan Tuhan.

..............

Untuk semua curahan hati, semua kerinduan yang tertumpah di dalam doa, aku berharap tahun esok semuanya akan baik-baik saja. 
Air mata yang selalu menjadi teman disaat pengharapan diucapkan semoga bisa berubah menjadi kebahagiaan.

Dan disemua doa yang kupanjatkan selalu tersisip namamu dengan angan yang menyisakan kenangan. 
Aku berharap akan bertemu denganmu ditahun esok, nanti dan tahun-tahun seterusnya. Semoga........

Selamat bertemu dalam zona perubahan setiap detik kehidupan, 
Hai Kamu .....

Subjek di setiap pengaharapan Desember ku.

Kamis, 26 Desember 2019

HUJAN RINDU DI DESEMBER💦

...............


Desember telah sampai dipenghujungnya, namun aku belum mendapat kabar darimu. Sekedar bayangmu pun aku tak melihatnya. Apa kamu sudah melupakanku? Atau kamu tak ingin lagi menemuiku?



Kemarau yang menyuburkan rinduku membuatnya semakin rindang, tinggi nan besar pun bercabang. Tapi kemarau tak mampu menumbuhkan bunga-bungaku. 
Bunga yang akan merekah ketika kamu ada. Bunga yang akan harum ketika kamu turun. Karena bungaku hanya untukmu. 




...........................


Semoga setelah Desember ini usai kamu segera bergegas menemuiku dengan beberapa kenangan yang telah tersusun rapi untuk ku dengar. Aku ingin mendengar ceritamu yang terkadang mendebarkan dadaku. Aku ingin mendengar nyanyianmu. Mencium aroma tubuhmu. Semua tentangmu aku rindu. Kapan pun kamu datang aku setia menunggu meski hampir terbunuh rindu.

Sabtu, 21 Desember 2019

DEALING WITH LONGING 🖤

-



Ternyata seperti ini rasanya disiksa rindu yang mendalam.
Sakit sekali rasanya, sampai harus berusaha mengambil nafas panjang untuk mengendalikan semua perasaan rinduku padamu. Sesak sekali bila harus memutar diam tanpa kamu. Aku rindu.....

Apa kamu juga seperti itu? 
Kuharap sama.....


-


Kini, setiap hari aku selalu berusaha untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa semua ini hanya jeda.....
Yang sebentar lagi akan kembali seperti semula. Dan akan baik-baik saja.

Satu minggu tepat pada hari ini, hari dimana aku menulis blog ini, kita sudah tak saling sapa. Kita sudah tak saling bertukar kabar, kita sudah tak saling  komunikasi. 
Pesan terakhirmu, kau cuman bilang "jangan ada kebencian diantara kita setelah semua yang kita lalui".
Kamu harus tau, bahwa aku sedikit pun tak pernah benci dan tak pernah mencoba untuk membenci kamu disemua waktu yang aku punya hingga saat ini. 
Yang ada, aku selalu berusaha untuk memutar kembali memori saat bersamamu. Aku juga tak pernah bermaksud menyimpan kebohongan disetiap waktu yang ku miliki bersamamu. Percayalah, bahwa aku saat ini hanya menyesuaikan kembali diriku yang sesungguhnya. 


Tak pernah terpikirkan bahwa aku juga akan seegois ini ke Tuhan. Aku minta Tuhan untuk selalu simpan kamu sebagai masa depanku. Aku minta Tuhan untuk selalu taruh aku di dalam hatimu. Ya..aku seegois itu meminta. Maafkan aku......



Rasanya sekarang aku mulai mencintai sepertiga malam hingga fajar hampir muncul memamerkan cahayanya. 
Sepertiga malamku kini berarti banyak.
Aku dapat berkata-kata banyak dengan Tuhan tentang semua perasaanku saat tak mendapat kabar darimu hingga kini. Dia menjadi teman ternyamanku untuk menceritakan semua tentang kamu. 

Kuharap sebenarnya kita tak benar-benar ingin melupakan satu sama lain, namun hanya ingin menjaga jarak agar tak saling merindukan.
Tapi aku kalah, aku lemah, aku tak bisa untuk tidak menumbuhkan rasa rindu padamu. Aku merindukanmu......


Tau tidak, aku sekarang punya hobby baru. Hobby baruku sekarang adalah memandangi wajahmu di layar ponselku disetiap senggang waktu yang kupunya. Bahkan sebagian waktu sepertiga malamku, kupakai untuk memandangi wajahmu dilayar ponselku sesudah aku berkata-kata banyak pada Tuhan dan sebelum larut mengajakku tidur.


-


Aku rasa hariku semakin berat ketika kamu tak lagi dipihakku. 
Dan aku sering sekali menahan sakit ketika mencoba mengingat semuanya. 
Aku ingin sekali berteriak ditengah bisunya malam. Namun aku hanya mampu menggigit sebagian daging lenganku hanya untuk menahan suara teriakanku disepertiga malam yang kupunya. 
Dan sering tanpa sadar, pipiku sudah basah dipenuhi air mata kerinduan. 
Aku ingin sekali memelukmu diantara angin. Aku ingin sekali menggenggam tanganmu diantara udara. Dan menatap wajahmu dengan dalam sebelum jarak memisahkan kita kembali.


Akhir-akhir ini kau selalu mampir ke mimpiku. Senang sekali rasanya. Tapi ketika fajar membangunkan ku dari mimpi tentangmu, aku selalu lupa dengan hal yang membuat ku senang dalam mimpi itu. Ya...aku lupa, karna yang ku tau aku hanya rindu, itu saja. Aku rindu dengan semua yang udah kita lalui bersama. Aku rindu dengan kekonyolan yang kita ciptakan berdua. Aku rindu semua yang ada pada dirimu. Apa pun itu......
Maafkan aku yang sering mengganggu waktumu hanya karena urusan rindu ku.



Aku Rindu.


......................

Kamis, 19 Desember 2019

MY FIRST LOVE, DAD ❤

~

Tahun 1969 lalu, tepatnya pada tanggal 6 Juli Tuhan menitipkan seorang laki-laki yang luar biasa ditengah-tengah keluarga yang berfams Silaen. Dan dia tumbuh menjadi seseorang yang begitu mandiri. 


Jhon Piter Silaen.....
Laki-laki yang pertama kali menumbuhkan rasa cintaku padanya. 
Ya...dia cinta pertama ku ketika aku dilahirkan di dunia. Dia laki-laki yang gak akan pernah menyakiti aku seumur hidupnya dan hidupku. Dia laki-laki yang akan mencintai aku dengan setulus hatinya. Dia laki-laki yang rela mengorbankan dirinya untukku. Dan dia adalah laki-laki yang akan menemani aku berjalan di atas altar lalu menggiringku ke seseorang yang telah dipilih Tuhan untuk mendampingiku selamanya. 
Yes... He Will ❤.



He is my Dad. 
Ya, dia adalah teman berargumen paling menyebalkan tapi membuatku selalu rindu dan rindu kepadanya. Dia adalah pahlawanku. Dia orang yang paling gak bisa melihat aku menangis. 
(sedikit cerita) . . . . . . . .
Waktu dulu aku mau berangkat sekolah pas lagi nunggu bus sekolah ada temen aku laki-laki yang iseng dan sampe bikin aku nangis, dimana posisinya tuh bapak lagi dekat banget sama tempat aku nunggu bus tadi. Terus pada saat itu ada temen aku yang mengadu ke bapak kalo aku sudah dibikin nangis sama salah satu temen laki-laki ku. Dan dengan cepat bapak langsung bergegas buat liat keadaanku dan meluk aku saat itu juga, dan aku makin melow banget dipeluk sama bapak. 
Bapak negur si temen aku yang bikin aku nangis bahkan bapak tuh sampe main tangan ke temen aku yang iseng tadi. Sumpah! demi apapun itu, aku gemetar pas bapak nampar temen aku. Ya sebenarnya gak boleh sampe main tangan juga sih ya. Tapi temen aku itu tuh anaknya emang bandel banget, iseng, badannya besar juga. Kalau gak di gituin dia gak bakalan jera buat ngisengin anak-anak perempuan. 
Dan hal buat aku gak lupa juga yaitu, waktu itu lagi ada acara keluarga pas keadaan ku sedang tidak bersahabat dengan keadaan tubuh, ya waktu itu aku sedang sakit. Jadi di tengah-tengah keluarga bapak cerita kalau dulu aku pernah ikut pelatihan pembelajaran tambahan untuk bekal masuk perguruan tinggi negeri di salah satu kota, dan ketika pelatihan tersebut lagi bikin acara untuk simulasi di sebuah gedung dengan  mengundang tokoh-tokoh agama, aku mendapat sebuah amplop dari pelatihan untuk diberikan ke Gereja masing-masing sebagai bentuk syukur dan permohonan akan berhasilnya pembekalan untuk masuk perguruan tinggi negeri. Dan setelah acara tersebut selesai aku telpon Bapak untuk nanya gimana carannya ngirim amplop itu ke Gereja bapak. Tapi bapak bilang "udah, simpan ajah uangnya buat kau pake, nanti disini bapak ganti dan bapak kasih ke Gereja sesuai pokok permohonan yang kau bilang tadi".
Tapi aku masih gak tega buat pake uang itu biarpun aku gak tau isinya berapa dan bapak bilang bakal gantiin pake uang bapak untuk di kasih ke Gereja. 
Sehari setalah acara itu aku pulang pelatihan dan di jalan aku ketemu uang 50 ribu, sedangkan uang amplop yang kamaren belum juga aku buka dan aku pake, masih aku simpan. Akhirnya aku nelpon bapak lagi dan bilang aku bakal kasih amplop itu sama seseorang yang lebih membutuhkan karena sampai saat itu aku benar-benar gak bisa pake uang itu, ada rasa gak enak. Aku buka amplopnya dan ternyata isinya lumayan, 220 ribu. Aku masukin juga uang 50 ribu yang aku dapat barusan jadi totalnya 270 ribu. Aku cerita juga ke Bapak kalo aku nemu uang di jalan terus aku satuin ke dalam amplop. 
Yang pastinya bapak senang. Dan yaaa itulah yang di ceritakan bapak di tengah-tengah keluarga waktu itu, katanya bapak bangga sama aku karna masih mau peduli sama orang dan masih gak tega pake uangnya padahal bapak bilang bakalan ganti untuk yang di Gereja.
Intinya bapak tuh super hero aku banget. Pahlawan kepagianku, kesianganku, kesoreanku, lalu kemalamanku.


~

Aku selalu bahagia menjadi salah satu bagian terpenting dihidupnya.
Dia orang yang tegas banget. 
Bahkan dulu...(maaf sedikit story lagi^^) waktu masih sekolah kalau gak tidur siang ajah tuh, sorenya disuruh berdiri diatas meja belajar,kaki diangkat satu sambil belajar atau ngerjain PR. 
Parah sih itu, but dari situ aku belajar dan mulai memahami maksud bapak. 
Bapak nyuruh tidur siang biar istirahatnya lebih cukup, biar kalau malam pas lagi belajar atau ngerjain PR gak nguap-nguap kayak singa lapar. 


Ah aku sayang bapak lah pokoknya. 
Dia malaikat tak bersayapku.
Dia pahlawan tanpa jedaku. 
Dan...
Dia, Everything to me ❤.

Senin, 16 Desember 2019

MY EVERYTHING, MOM ❤

     15 Oktober 1973 tepatnya seorang gadis cantik dilahirkan ke dunia. 
Setelah penantian yang cukup lama akhirnya dia bisa merasakan betapa hangatnya sebuah pelukan di bumi. 

Eviana Pardede.......
Wanita hebat yang aku kenal sepanjang sejarah aku hidup dengannya. 
Wanita penguat hati dan penentram jiwa. Dia adalah motivasi ku, dia adalah pokok disetiap doa ku dan dia adalah andalan disepanjang hariku. 

Aku sangat mencintainya.
Aku sangat menyayanginya.
Dan aku.....
Sangat.....
Merindukan setiap moment yang sudah kami lewati sepanjang hidup bersamanya. 

Ya...
Dia Ibuku.
Dia sahabatku.
Dan dia.....
Pokok Doa suciku




Aku selalu bahagia terlahir dari seorang wanita hebat seperti dia. 
Orang yang selalu menangis kalau aku dalam keadaan tidak baik. Orang yang selalu kwatir berlebihan kalau aku masih diluar rumah dalam jam yang kurang wajar. Dan orang yang selalu sabarrrrr kalau aku dalam keadaan galau, ngambek, atau gak mood sekalipun. Dia tetap menjadi yang terbaik untukku. Dia teramat baik. And I really falling in love to my mom. 

Dia malaikat tak bersayapku.
Dia gunung saljuku.
Dan....
Dia, segalanya bagiku.

Terimakasih telah memberi sayang tanpa batas, kasih tanpa pamrih dan cinta tanpa henti.

Doamu selalu menjadi jembatan terkokoh ditiap rintangan hidupku. Penjaga dari segala marabahaya, pencipta segala takdir terbaikku.
Pelukmu selalu menjadi tempat teraman dari seluruh masalahku. Tanganmu akan selalu menjadi belaian terhangat yang pernah kusentuh.
Nasihatmu selalu menjadi jalan terang dari semua persimpangan gelap yang pernah kutemui.

Terimakasih telah melahirkan dan memberi seluruh kasih yang tak kan bisa ku balas.


Thank you myeverything ❤.

Senin, 16 September 2019

THE SINS OF YOUNG PEOPLE

"Sayang..kitakan sudah dewasa, zaman sekarang sudah wajar kok ML sebelum married, yang penting kan gak hamil. Kita main cantik deh, nanti aku atur tempo. Kita pake pengaman, kalo gak nanti keluarin diluar ya.. Yang penting kan kita menikah, gak ada yang tau kok dan kita kan ngelakuinnya atas dasar cinta. Ayolah!"

Seorang wanita yang dibesarkan oleh orangtuanya dengan semangat yang luar biasa dan penuh dengan perjuangan karna menganggap anak perempuannya adalah berlian yang paling berharga. Anak perempuan yang paling disayang. Tapi dengan mudahnya dirusak oleh rayuan dan kalimat-kalimat sampah dari seorang laki-laki hanya dalam beberapa waktu saja.

Untuk semua wanita dan laki-laki siapapun engkau.
Engkau yang sudah jatuh di dalam dosa ini, jangan bangun hubungan pernikahanmu atas dasar dosa!
Okelah tidak ada yang tau karna selama ini kalian selalu main cantik. Okelah saat pernikahan nanti kalian bisa membohongi empat wajah yang selama ini mendoakan dengan tulus, kedua orangtuamu dan kedua calon mertuamu. Tapi ada satu yang tidak bisa kalian bohongi yaitu Tuhan.

Kelak kalian hanya akan mewariskan kutuk kepada anak-anak kalian. Dan kalian yang berdosa tetapi anak-anak kalian yang akan ikut menanggungnya. Ingat! Seks itu mengikat, dia akan terus nagih dan nagih sampai tubuhmu dibinasakan.
Dan disaat seperti itu kalian tidak bisa seorang diri saja. Kalian butuh mentor dan pemimpin agama yang bisa berjaga-jaga atas hidup dan iman kalian sampai kalian benar-benar lepas dan dipulihkan kembali oleh Tuhan.

Dan semua wanita dan laki-laki yang belum pernah jatuh dalam dosa ini, siapapun engkau.
Pastikan laki-laki atau calon pasanganmu yang sekarang bersama atau yang akan bersamamu kelak adalah pasangan yang membawamu dekat dengan Tuhan.
Bukan yang selalu kamu omelin karna bau rokok dibajunya. Bukan yang selalu kamu temani belanja di akhir pekan. Bukan yang selalu kamu ajak untuk berdoa dan beribadah hanya karna ingin berdua-duaan terus. Ingat! Kelak kamu akan berpisah dengan orangtuamu dan kamu kelak akan berpisah juga dengan anak-anakmu. Hanya satu yang tidak akan meninggalkanmu yaitu pasanganmu.

Apa kamu mau menghabiskan waktu dengan orang yang tidak pernah membawamu dekat dengan Tuhan. Ingat! Apa yang kamu berhalakan selama pacaran tidak akan pernah kamu nikmati dimasa setelah pernikahanmu.

Selama pacaran pengen berduaan terus, jalan-jalan terus, nonton terus, teleponan terus. Dipernikahan kalian tidak akan romantis-romantisan lagi. Kenapa? Karna sudah bosan, sudah tidak jadi hal yang istimewa lagi. Kalau kalian memberhalakan seks sebelum menikah, kelak saat menikah kamu hanya dijadikan objeks seks oleh pasanganmu. Kenapa? Karna dia sudah mendapatkannya selama pacaran. Dan saat berhubungan pikirannya akan kepada orang lain bukan kamu lagi.

Jangan sampai salah memilih pasangan, apalagi pasangan hidup. Libatkan Tuhan untuk selalu menuntunmu dalam memilih pasangan yang baik. Libatkan orangtuamu atau keluarga yang kamu percaya dalam memilih pasangan hidupmu. Libatkan juga pemimpin agamamu jika kamu merasa kurang percaya diri dalam memilih pasangan hidupmu.

Ayo bangkit!
Jangan terlalu banyak pamer di social media dengan status-status galau atau foto-foto aneh. Kelak itu akan jadi boomerang bagimu. Karena setan sedang mengintipmu untuk siap menerkam siapa yang dapat ditelannya dalam dosa.


Dan ingat!
Belum tentu dia yang sekarang menjadi pasanganmu adalah jodohmu kelak. Karena yang pacaran bertahun-tahun sekalipun belum tentu menikah.

Laki-laki yang baik dia tidak akan pernah merusak kehormatan pasangannya. Laki-laki yang baik dia akan melindungi pasangannya. Laki-laki yang baik tidak akan membawa pasangannya ke pergaulan bebas. Laki-laki yang baik tidak akan pernah membuat pasangannya menangis, mempermainkannya, menyakitinya, atau bahkan membohonginya sekalipun itu.

Dan perempuan yang baik akan menjaga kehormatannya dengan segala cara.
Perempuan yang baik akan tau cara berpakaian yang sopan agar pasangannya tidak sampai menimbulkan pemikiran untuk merusak kehormatan pasangannya. Perempuan yang baik tidak akan sengaja memperlihatkan area-area sensitif tubuhnya (paha,dada) pada khalayak umum. Ingat! Perempuan bukan KFC.
Dan perempuan yang baik tidak akan menguras isi dompet pasangannya hanya untuk kesenangan sesaat.

Bijaklah dalam memilih pasanganmu!

Lalu ketika pasanganmu memiliki kekurangan jangan pernah tinggalkan dia, tetap berada disisinya karena itu adalah tugasmu untuk melengkapinya, karna kamu pun juga demikian memiliki kekurangan yang berbeda. Tapi jika dia sering menyakitimu dengan perkataan kasar atau bahkan sampai ringan tangan terhadapmu sebaiknya kamu harus merubah haluanmu. Dan jangan pernah sesali apalagi sampai menangisinya. Bersyukurlah! karna tanpa kamu sadari itu adalah cara Tuhan untuk menegurmu dan menjauhkanmu dari orang yang salah. Dan percayalah! Tuhan sedang mengarahkan kamu untuk cinta yg lebih baik lagi. 


Dan jika kalian berpikir bahwa kalian sudah terlanjur jatuh di dalam dosa bersama pasangan kalian sebelumnya atau pasangan kalian saat ini. Dan kalian baru tersadar dengan dosa itu, lalu ketakutan dosa itu menghantui kalian.
Takut karna tidak akan ada seseorang yang mau menerima masa lalumu. Takut tidak akan mendapatkan jodoh yang mau menerima kekuranganmu.
Jangan takut. Bertobatlah! Jauhi dosa masa lalumu, jangan pernah kembali ke jalan itu lagi. Karna Tuhan akan memulihkan hidupmu. Tuhan akan memulihkan masa lalumu. Tuhan akan memberimu pasangan yang mampu menerima semua kesalahan masa lalumu.

Tuhan Baik ^^

Kamis, 29 Agustus 2019

REST IN PEACE

       Terlintas sejenak bayangan dirimu, seperti angin yang ingin selalu menyapa musim dikala itu. Seperti itulah memori kepalaku yang tiba-tiba memutar kembali tentangmu.

Saat itu aku sedikit mengumpulkan keberanianku untuk membuka kembali gambarmu di social media. Akan tetapi jemariku terhenti sesaat mengingat kenangan singkat yang pernah kita ciptakan bersama. Dan tanpa sadar butiran air mengalir deras sekali di pipiku. Aku menangis. Ya aku menangisimu. Aku sangat merindukanmu :(
Sangat ........

Rasanya sesak sekali untuk mulai bernapas kembali setelah menangisimu sampai tersendu-sendu di sepertiga malam.
Kadang aku masih merasa hadirmu selalu ada memerhatikan ku dari jauh.
Jauh sekali... Bahkan karena jarak yang jauh itu aku tak mampu lagi memegang erat kemejamu dari belakang, diatas motor matic kesayanganmu.

Perasaan bersalah yang sampai sekarang menyelimuti hatiku belum hilang semenjak kepergianmu. Aku merasa bahwa aku adalah perempuan paling konyol yang kurang peka dengan keadaanmu.
Aku juga tidak pernah tahu bahwa kau ternyata terlalu pandai untuk menutupi setiap perasaanmu kepadaku.
Aku merindukanmu....
Kuharap kau juga sama.


Bandung adalah kota dimana kita dipertemukan. Dan Gereja di tengah kota itu adalah rumah yang memperdekat kita.
Aku merasa pandanganmu saat itu sangat membuat aku risih dengan keadaanku yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota itu.

Masih terlukis indah dibenak ku udara sore dikala itu dimana kita akan menikmati kota Bandung bersama-sama dengan sosok yang kau anggap akrab dan yang ku anggap baik.

Kau melajukan motor dengan kecepatan sedang, agar waktu bisa lebih lama dipihakmu untuk bersamaku disaat itu.
Tapi tiba-tiba saja kau melajukan motormu dengan cepat sekali. Aku sempat terkejut saat itu. Aku kesal.
Dan setelah cukup jauh kau melajukan motormu dengan kecepatan cepat, aku baru menyadari ternyata ada sekumpulan air yang mulai jatuh dari langit yang kau tak ingin mereka membasahiku. Aku bahagia. Lalu aku tersenyum, sambil mengeratkan tanganku memegang ujung kemejamu. Aku tersenyum tersipu malu ditengah hujan dikala itu.
Aku tersipu ........

Rasanya aku ingin sekali berteriak diatas bukit yang dipenuhi cahaya sebahu dan diantara embun sehabis hujan. Berteriak bahwa aku sangat bahagia malam itu.
Dikelilingi udara dingin lalu disuguhkan dengan tawa lepas dari kita. Aku sangat bahagia. Percayalah.....
Kau telah menciptakan tawa yang luar biasa padaku saat itu.

Setelah beberapa hari aku meninggalkan kota Bandung ada rasa ketidak relaan yang mendalam yang kurasa. Aku rasa bahagiaku masih tertinggal disana. Aku merindukan bahagiaku saat itu. Tapi rinduku sedikit terobati ketika kau mengirim pesan singkat setiap harinya kepadaku. Menelpon ku ketika senggang menghampirimu, mengirim gambar lucu ketika jenuh memenuhi harimu dan hariku.

Melewati hari tanpa kabarmu rasanya aneh sekali saat itu.

Sampai pada suatu saat kau mengungkapkan perasaanmu yang sudah menggebu-gebu kepadaku.
Tapi maaf......
Aku terlalu egois, sehingga aku tak mampu membalas semua perasaanmu terhadapku. Aku terlalu jahat saat itu.
Tapi percayalah aku melakukan itu karna aku tak ingin kedepannya kau membenciku karna sudah tidak ada lagi kecocokan diantara kita. Aku mau hubungan itu tetap seperti itu sampai kita menemukan orang yang tepat untuk kita. Aku mau kita tetap saling bahagia walaupun hubungan ini hanya sebatas pertemanan. Maaf aku egois ..........

Aku tau kau adalah sosok laki-laki yang luar biasa. Bahkan ketika aku menolak perasaanmu, kau masih mampu mengukir setiap senyum dan tawa di hariku. Kau luar biasa.
Sungguh.....
Dan aku....
Semakin mengagumi (mu) .....


Kau mulai menghilang disetiap waktu yang kita punya. Aku sedikit merasa bersalah. Aku mencemaskanmu. Kau dimana(?)
Beberapa hari tak mendapat kabar darimu rasanya bahagiaku mulai pudar.
Semangatku mulai luntur.....
Aku merindukan (mu) ......
Lagi-lagi aku mencarimu dan tetap menunggumu.
Kau dimana(?)

Ponselku berdering dikala lelah mulai menghapiriku karna hari itu.
Sadarku sedang tak pada waktunya.
Ya..aku baru saja terbangun dari tidurku ketika mendengar ponselku berdering berulang kali. Aku mengangkatnya lalu mulai berkata-kata.
Namun apa yang kudengar semakin tak membangkitkan semangatku. Aku tersentak. Aku terkejut sekali. Dan tanpa kusadari air mataku tiba-tiba mengalir sangat derasa. Bahkan aku tak mampu berkata-kata. Aku rapuh sekali. Pikiranku sangat kacau. Aku tak percaya dengan kabar itu. Aku berteriak di dalam batinku yang sudah lama menanti kabarmu.
Tapi bukan kabar duka itu yang kuinginkan darimu setelah sekian lama kau menghilang.
Aku menangis disepanjang sisa hari itu.
Aku menangisimu. Aku menangisi kepergianmu yang tanpa kata-kata terakhir kepadaku. Aku merindukanmu.
Sangat merindukanmu.....
Bahkan saat aku menceritakan kembali cerita kita ini, itu karna aku benar-benar sedang merindukanmu. Aku sedang menangisimu. Aku sedang mengingat semua kenangan kita ketika itu.
Aku rindu......



Kenapa harus sekarang aku sadar bahwa aku adalah perempuan bodoh yang tidak pernah sadar dengan semua ketulusanmu , kenapa kau menyiksaku dengan semua perasaan bersalah ini. Kau jahat, kau sungguh jahat. Aku membencimu... Tapi aku juga merindukanmu.
Aku rindu ......

Kenapa harus sekarang aku tau bahwa kau selama ini berjuang sendirian melewati semuanya. Kau pasti kesakitan kan(?) kau pasti kesepian kan(?) Kau bodoh. Kenapa harus disaat kau sudah pergi semua terasa semakin membuatku terpuruk. Kenapa semesta saat itu tak berpihak kepadaku. Dan kenapa mereka tak memberitahuku bahwa kau sedang berjuang untuk tetap bertahan hidup.

Kenapa(?) . . . . .

Kenapa(?) . . . . .


Cukup lama untuk bisa menerima kepergianmu selamanya. Ku kuatkan hatiku untuk mengikhlaskanmu walaupun awalnya sangat sakit, dan sulit untuk percaya bahwa kau benar-benar sudah tidak ada lagi.
Sulit untuk percaya bahwa tidak ada lagi pesan singkat yang ku terima darimu, tidak ada lagi canda tawa yang kau hadirkan setiap menelponku.
Aku Ikhlas.

Percayalah....


Kata yang selalu ku ingat darimu......
"Senyum dong, hari ini Aku butuh Semangat tau!"

Kuharap kau tetap bisa melihat senyumku dari atas sana ^^
Entah kenapa setiap membagikan moment baik kesemua orang tentangmu aku selalu menitikkan air mata.
Ternyata begitu banyak yang kehilangan sosokmu. Ternyata bukan cuma aku yang merasa semangatmu berguna untuk orang-orang disekitarmu.

Sering sekali meminta untuk menghadirkanmu dimimpiku. Namum tak sekalipun kau hadir. Kurasa kau benar-benar sudah nyaman disana. Kurasa kau sudah menemukan teman baru disana. Dan kuharap kau juga bahagia disana.
Aku disini akan selalu mengingat dan merindukan(mu) . . . . .

Aku selalu merindukanmu dengan air bercucuran dipipiku.
Aku rindu dengan senyum yang selalu kau minta sebagai semangatmu.
Aku rindu dengan perasaan nyaman seperti pertama kita bertemu.
Aku merindukan(mu)
Aku sangat merindukan(mu)


Aku....

Rindu....

Senin, 12 Agustus 2019

KREDIBILITAS KEROHANIAN !

      
       Gue gak tau harus memulai kata-kata gue dari mana dulu, yang jelas perasaan gue itu sekarang  lagi hiatus kayak para penulis komik favorite gue. Dan ternyata gue bisa juga ya ketempelan hiatusnya para penulis favorite gue sendiri. Hahahahaaa......
So....lu pasti bertanya-tanya apa hubungan hiatusnya para penulis komik favorite gue dengan blog gue kali ini. Dan apa hubungannya ketempelan hiatus yang gue rasain dengan blog gue kali ini. Gue sendiri sebenarnya bingung mau membuat kata demi kata itu bisa terhubung bagaimana jalannya, susah diukir kayak isi novelnya Tereliye. 


Ok..tanpa basa-basi walaupun dari awal sudah basi duluan, gue sebenarnya mau nulis tentang rohaninya orang-orang beragama yang ada di Indonesia.

Sebelumnya gue mau tanya secara random dulu nih buat kalian-kalian yang lagi baca blog gue. Kalian lebih takut mana sih, sama orang yang dari ujung rambut sampai ujung kaki ketutup dan kalo ngomong selalu bawa-bawa nama Tuhan tapi kita gak tau apa saja yang dia lakuin diluar sepengetahuan kita atau sama orang yang cuek sama penampilannya kalau ngomong ngasal tapi kita tau semua apapun yang dia lakukan setiap harinya?
Ok! Tiga dari sepuluh orang lebih memilih takut sama orang yang cuek sama penampilannya kalau ngomong ngasal walaupun kita tau semua keseharian dia. Kenapa memilih itu?
Jawaban umum yang paling simple yang saya dapat dari orang-orang adalah orang itu saja kalau ngomong ngasal, tidak pernah berpikir panjang, pasti tidak ada hal positif yang akan didapat dari perkataan asal-asalan. Berpakaian cuek walaupun pakaian yang dikenakan sangat tidak pantas tetapi dia sangat percaya diri mengenakannya.
Ohnoo....

Gue mau kasih tau sama kalian semua yang lagi baca blog gue, tidak semua orang bisa kalian nilai dari penampilan atau kerohaniannya.

Sebenarnya kalian itu harusnya lebih takut sama orang-orang yang berpenampilan lebih rohani dan kalau ngomong selalu bawa-bawa nama Tuhan.
Kenapa?
Ya..karena kridebilitas dan intregritasnya gak cukup kuat sehingga dia merasa perlu untuk selalu bawa-bawa nama Tuhan agar omongannya bisa lebih dipercaya sama orang lain yang mendengarnya.










Kalau kelakuan aslinya buruk, kotor, dan bau tapi sering kali dia tidak mau terlihat buruk terutama dimata orang yang baru dikenalnya. Kita lebih pengen dikenal sebagai orang baik dan yang berkelakuan bersihkan?

Tapi gak semua dari kita cukup rajin menjaga kelakuan kita untuk tetap baik dan bersih setiap saat. Kalau kita kelakuan aslinya buruk tapi mau keliatan baik, gimana orangnya?

Bungkus diri kita dengan sesuatu yang terlihat baik, semakin buruk kelakuan kita maka kita butuh bungkusan yang semakin baik juga.

Dan kalian tau bungkusan yang baik itu apa?
Agama....
Kalau kita pakai bungkusan agama, orang akan ragu bahkan takut untuk menilai kita dekat dengan dosa.
Kalau memang kelakuan kita bersih kita gak perlu apa-apa untuk meutupi kelakuan kita.



"If they can cheat covering the stinky odours with nylon mesh, guess they can also cheat on gold medals."

(Jika mereka menipu dengan menutupi jaring bau dengan nilon mesh, tebak! mereka juga bisa menipu medali emas).



Menutupi yang jelek biar keliatan baik padahal tidak benar-benar baik, itu sama dengan curang!

Kalau hal kecil seperti itu saja berbuat curang, bagaimana dengan hal-hal selanjutnya?


















Jumat, 19 April 2019

HUJAN LALU RINDU

Hujan....
Aku suka hujan, aku suka aroma hujan, aku mencintai udara sehabis hujan dan
Aku....
merindukan embun dikala air meninggalkan hujan.
Rindu....
Aku merindukanmu, aku merindukan sosokmu, aku merindukan bicaramu dan
Aku....
merindukan tatapan mata dari seseorang yang sudah cukup lama menghilang.
Hujan...
lalu~
Rindu...
Aku ingin sekali memelukmu di tengah ribuan air yang turun dari langit.
Aku ingin memegang tanganmu diantara butiran gerimis.
Dan aku ingin hujan menyaksikan kita melunturkan kerinduan yang mendalam.
Seratus empat puluh lima hari tepatnya hari ini kita sudah tak lagi saling menyapa.
Terakhir bertemu kau mengatakan bahwa kau sedang mempersiapkan sesuatu yang akan membuat semua lebih baik untuk Kita.
Ada rasa bahagia saat itu saat dimana kau mengatakan untuk Kita, namun aku  sedikit merasa lelah dengan perasaan yang kurasa kurang jelas arahnya seperti saat ini.
Entah seperti apa yang sedang kau persiapkan, tapi aku harus merasa percayaku berkumpul untuk bicaramu yang terakhir kalinya.
Setelah satu tahun lebih kau menghilang dengan status hubungan kita yang masih menggantung seperti sebelumnya.
Dan disaat itu juga aku mencoba membuka hati untuk sosok lain yang akan menemani aku mengisi hari-hariku.
Aku tau saat itu aku sangat bersalah karna telah menghianatimu, aku tau aku salah karna telah membohongimu, dan
aku tau ....
Tapi aku merasa benar-benar membencimu saat itu. Aku rasa aku tak lagi mengagumi sosokmu yang mempunyai karisma tersendiri bagiku.
Bahkan disaat itu aku sudah menganggap kita hanya tak sengaja bertemu lalu berkata-kata sedikit sambil menikmati susu coklat diantara embun sehabis hujan.
Tapi percayalah bahwa ketika aku menjalani hariku dengan sosok lain yang bukan dirimu aku tetap menunggu agar kita bertemu walau tanpa sengaja.
Aku merindukanmu, sangat....
Namun kesadaranku akan kebohongan yang telah kulakukan kepadamu cukup menyiksa perasaanku.
Aku merasa tak ada yang bisa sepertimu.
Tak ada yang bisa menggantikan sosok seperti dirimu.
Aku putuskan untuk mengakhiri semuanya dengan sosok pengganti dirimu. Aku rasa semua perasaanku saat itu sudah menjadi followers sejatimu.




Masih dengan udara yang sama, aku membuat anganku sendiri dengan dirimu ditemani gerimis sore.
Aku berharap saat ini kau duduk disampingku dengan kepalaku diatas dada sebelah kirimu dan gemgaman tanganmu yang terasa begitu hangat mengikat jemariku didalamnya lalu kita menatap kearah jendela yang sudah dipenuhi embun sambil menghabiskan secangkir teh dikala hujan yang berubah menjadi gerimis.
Aku sangat berharap rinduku akan segera luntur dalam waktu dekat ini.
Aku sudah sangat lama mencintai jarak yang kurasa begitu jauh selama ini.
Aku rasa aku sudah terlalu lama nyaman dengan hubungan tanpa komunikasi seperti ini.
Dan aku sudah begitu lama tersesat di dalam hubungan yang kurasa tak ada arah hingga saat ini.
Hujan....
lalu~
Rindu....
Aku merindukan hujan saat mengingat dirimu.
Aku merindukanmu....
Hujan......

TAK SEARAH ~

                T erlalu pengecut jika harus kembali bercerita. Semua memang begitu berliku tapi tak tahu dimana kelokannya. Maaf...aku ter...